Minggu, 05 Januari 2014

PPT Multiple Access Protocols

Carrier Sense Multiple Access Protocols
Ada beberapa versi carrier sense
1- Persistent and Nonpersistent CSMA
  CSMA dengan Deteksi Tabrakan
 
1- Persistent and Nonpersistent CSMA  
Carrier sense protocol pertama adalah 1-persistent CSMA (Carrier Sense Multilpe Access). Bila sebuah stasiun memiliki data yang siap dikirimkan, pertama-tama stasiun tersebut akan mendengarkan kanal untuk melihat apakah ada kanal lain sedang melakukan tranmisi pada saat itu. Bila ternyata kanal sibuk, stasiun menunggu sampai kanal itu menjadi bebas.
Carrier sense protocol kedua adalah nonpersistent CSMA. Sebelum mengirim frame, stasiun melihat kanal terlebih dahulu. Bila tidak ada stasiun lainnya sedang mengirim, maka stasiun tersebut mulai mengirimkan framenya. Akan tetapi, bila kanal sedang dalam keadaan dipakai, stasiun tidak mengamati kanal secara terus-menerus dengan maksud merebutnya begitu diketahui transmisi sebelumnya selesai dilakukan.
 
CSMA dengan Deteksi Tabrakan
 Tabrakan stasiun-stasiun yang cenderung menghentikan segera transmisinya begitu mendeteksi
tabrakan dari pada menyelesaikan transmisi frame mereka, yang sulit untuk dideteksi kerusakannya.
Penghentian dengan segera frame-frame yang rusak dapat menghemat waktu dan bandwidth.

Protokol-Protokol Bebas Tabrakan
Pada protocol bebas tabrakan yaitu metode dasar bit-map, setiap periode persaingan terdiri dari tepat N buah slot. 

Protokol Persaingan Terbatas
Metode persaingan dan metode bebas tabrakan kedua strategi ini dapat dinilai berdasarkan dua ukuran untuk kerja yang penting: delay pada beban yang rendah dan efisiensi kanal pada beban yang tinggi.
 
 Wavelength Division Multiple Access Protocol
  Pada protocol WDMA(Wavelength Division Multiple Access) ini masing-masing stasiun dapat ditugaskan untuk dua buah kanal

Protokol LAN tanpa kabel
  Sangat penting untuk disadari bahwa pada sebagian LAN tanpa kabel, tidaklah semua stasiun berada didalam range dari satu stasiun dengan yang lainnya. Hal ini menyebabkan berbagai macam masalah. Disamping itu, untuk LAN tanpa kabel dalam ruangan , keberadaan dinding diantara dua stasiun dapat menyebabkan dampak besar terhadap jangkauan efektif masing- masing stasiun.

Radio Selular Digital
Bentuk kedua dari tekhnik jaringan tanpa kabel adalah radio selular digital, yang merupakan penerus dari system AMPS.
 


 

PPT MAC (Medium Access Control)

MAC (Medium Access Control)

MAC Address (Medium Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan.

Channel Allocation LAN (Alokasi Saluran LAN)

Cara tradisional dalam mengalokasikan sebuah saluran dengan banyak pengguna yang berkompetisi adalah dengan menggunakan Frequency Division Multiplexing (FDM). Bila terdapat N pengguna, maka bandwidth dibagi menjadi  N buah bagian yang berukuran sama.

Saluran Dinamik Pada LAN

Terdapat beberapa asumsi saluran dinamik pada LAN, sebagai berikut :
Model Stasiun
Asumsi Saluran Tunggal
Asumsi Tabrakan
Waktu Kontinu
Waktu Slot
Carrier Sense
No Carrier Sense

MULTIPLE ACCESS PROTOCOLS
Macammacam Multiple Access Protocols
 
1.Aloha
2.Carrier Sense Multiple Access Protocols
3.Protokol-Protokol Bebas Tabrakan
4.Protokol Persaingan Terbatas
5.Wavelength Division Multiple Access Protocol
6.Protokol LAN tanpa kabel
7.Radio Selular Digital
  Aloha Murni

Ide dasarnya : Membiarkan pengguna untuk melakukan transmisi kapan saja bila memiliki data yang akan dikirimkan. Tentu saja akan terjadi tabrakan dan frame-frame yang bertabrakan akan hancur. Dengan sifat umpan balik dari broadcasting, pengirim selalu mengetahui kondisi frame bersangkutan.

 
Aloha Ber-Slot
Meningkatkan kapasitas sistem ALOHA,  yaitu membagi waktu kedalam interval-interval diskrit, yang masing-masing intervalnya berkaitan dengan sebuah frame. Komputer tidak diijinkan untuk mengirimkan sesuatu setiap saat tombol ENTER diketikkan. Akan tetapi, pengiriman frame memerlukan waktu tunggu sampai awal slot berikutnya.

  

Rabu, 01 Januari 2014

Rambu Lalu Lintas



Rambu Lalu Lintas
Rambu lalu lintas adalah perangkat yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan diantaranya, dan digunakan sebagai peringatan, larangan, perintah atau penunjuk bagi pemakai jalan. Menurut Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 1993, rambu-rambu lalu lintas dapat dikelompokkan menjadi beberapa, yaitu: 
1.      Rambu Peringatan
Rambu ini berisi peringatan bagi para pengguna jalan bahwa di depannya ada sesuatu yang berbahaya sehingga harus berhati-hati. Rambu ini didesain dengan latar kuning dan gambar atau tulisan berwarna hitam. Contohnya: rambu yang menunjukkan tikungan ke kiri.
  
2.      Rambu Larangan
Rambu ini berisi larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh pengguna jalan. Rambu larangan ini didesain dengan latar putih dan gambar atau tulisan berwarna merah dan hitam. Contohnya: rambu yang menunjukkan larangan masuk bagi pejalan kaki.                    
    
3.      Rambu Perintah
Rambu ini berisi perintah yang harus dilakukan oleh pengguna jalan. Rambu perintah didesain dengan bentuk bundar berwarna biru dengan gambar putih dan merah. Contohnya: rambu yang menunjukkan berjalan lurus ke depan.
  
4.      Rambu Petunjuk
Rambu yang menunjukkan sesuatu/arah/tujuan. Contohnya: rambu pendahulu petunjuk jurusan pada persimpangan di depan.        

5.      Rambu Tambahan
Rambu yang memberikan keterangan tambahan bagi pengguna jalan. Contohnya: berlakunya rambu sesuai arah panah ke kiri 10 meter. 

              





sumber:
Tim editor.Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap.Erlangga.2012